English
Belajar bahasa Inggris dengan membaca: dari menengah ke lancar
Dari bahasa Inggris menengah ke lancar lewat membaca: kesalahan khas orang Indonesia, contoh level A2 sampai C1, dan rencana harian membaca sambil mendengar.
Anda sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun, dari SMP sampai kuliah, mungkin ditambah kursus. Anda menonton film dengan subtitle dan cukup banyak mengerti. Tetapi begitu membuka novel berbahasa Inggris, baru tiga halaman sudah lelah, lalu bukunya ditutup. Inilah “tembok tingkat menengah” yang dialami hampir semua pelajar.
Jalan keluar yang paling bisa diandalkan bukan buku tata bahasa berikutnya, melainkan membaca banyak: sesuai level Anda, cerita yang membuat Anda ingin tahu akhirnya.
Mengapa membaca membawa Anda dari menengah ke lancar
Di tingkat menengah, yang kurang bukan lagi tata bahasa. Yang kurang adalah jam bersama bahasa Inggris yang sesungguhnya: ribuan kalimat tempat kata-kata yang sama muncul berulang kali dalam konteks berbeda, sampai Anda tidak perlu lagi menerjemahkannya di kepala.
Penelitian sudah lama menunjuk ke arah ini. Stephen Krashen (1982, Principles and Practice in Second Language Acquisition) berpendapat bahwa bahasa diperoleh ketika kita memahami pesan, bukan ketika menghafal aturan. Hu dan Nation (2000, “Unknown vocabulary density and reading comprehension”) menemukan bahwa untuk memahami teks cerita dengan baik tanpa bantuan, pembaca perlu mengenal sekitar 98% katanya, artinya hanya satu kata asing dari setiap lima puluh kata. Paul Nation (2006, “How large a vocabulary is needed for reading and listening?”) memperkirakan bahwa membaca teks asli dengan nyaman membutuhkan 8.000 sampai 9.000 keluarga kata.
Tidak ada kelas yang bisa memberi kosakata sebanyak itu. Membaca ekstensif bisa. Day dan Bamford (1998, Extensive Reading in the Second Language Classroom) menjelaskannya dengan sederhana: membaca banyak, bacaan yang mudah bagi Anda, dipilih sendiri karena suka.
Bagian bahasa Inggris yang sering menyulitkan penutur bahasa Indonesia
Kata kerja yang berubah bentuk. Bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan kata kerja: “kemarin saya pergi ke pasar” dan “besok saya pergi ke pasar” memakai kata “pergi” yang sama. Bahasa Inggris tidak begitu: Yesterday I went to the market. Orang ketiga tunggal pun mendapat -s: She goes, bukan She go. Kata keterangan seperti “sudah” dan “sedang” membantu: “sudah” sering sejalan dengan present perfect (I have eaten), “sedang” dengan bentuk -ing (I am eating).
Dia itu he atau she? Bahasa Indonesia cukup memakai “dia” untuk siapa saja. Bahasa Inggris membedakan he dan she, dan tertukarnya keduanya adalah salah satu kesalahan paling umum penutur bahasa Indonesia. Bertemu ribuan he dan she di dalam cerita membuat pembedaan itu menjadi refleks.
Jamak dan artikel. “Dua buku” cukup dalam bahasa Indonesia, tetapi bahasa Inggris wajib menulis two books. Bahasa Indonesia juga tidak punya a dan the. I saw a cat. The cat was black. Benda yang baru disebut memakai a, yang sudah dikenal memakai the, mirip dengan “kucing itu”.
Kata kerja to be. “Dia cantik” menjadi She is beautiful, bukan She beautiful. Kalimat bahasa Inggris selalu butuh kata kerja.
Kata yang menipu. Actually berarti “sebenarnya”, bukan “aktual” (current). Sympathetic berarti “penuh pengertian”, bukan “simpatik” (likable, nice). Dan HP atau handphone dalam bahasa Inggris Amerika disebut cell phone.
Phrasal verb. Give up (menyerah), put off (menunda), run into (tak sengaja bertemu), look forward to (menantikan). Novel penuh dengan ungkapan ini, dan di situlah tempat terbaik untuk mempelajarinya: di dalam kalimat, bukan di daftar.
Pengucapan. Bunyi th tidak ada dalam bahasa Indonesia, sehingga think sering menjadi “tink”. V sering berbunyi f: very menjadi “feri”. Bahasa Indonesia ditulis seperti diucapkan, bahasa Inggris tidak: though, through, tough, dan thought mirip di atas kertas tetapi bunyinya berbeda-beda. Karena itu, membacalah sambil mendengar.
Ada juga kabar baik. “Buku yang saya beli kemarin” dan the book I bought yesterday memiliki urutan yang sama. Dalam hal ini, penutur bahasa Indonesia lebih mudah membaca anak kalimat bahasa Inggris dibandingkan banyak pelajar lain.
Seperti apa membaca bahasa Inggris di setiap level
Berikut pembukaan The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett, ditulis pada empat level Kerangka Acuan Umum Eropa (CEFR). Penjelasan lengkap tentang level ada di halaman /levels.
A2 (dasar). Kalimat pendek, present atau past simple, kosakata sehari-hari.
Mary Lennox is ten years old. She is thin and her face is yellow. She is not a happy child, and nobody likes her.
Semuanya jelas. Perhatikan is ten years old: untuk umur, bahasa Inggris memakai be, bukan have.
B1 (menengah). Kalimat lebih panjang, bentuk superlatif, dan past perfect.
When Mary Lennox came to live with her uncle in England, everyone said she was the most unpleasant-looking child they had ever seen.
They had ever seen berarti “yang pernah mereka lihat”, dengan past perfect karena melihatnya terjadi sebelum saat itu.
B2 (menengah atas). Lebih banyak nuansa, struktur khas bahasa tulis.
When Mary Lennox was sent to Misselthwaite Manor to live with her uncle, everybody agreed that they had never seen a child with a more disagreeable face.
Was sent adalah bentuk pasif, sama seperti “dikirim” dalam bahasa Indonesia.
C1 (mahir). Sangat dekat dengan teks asli Burnett.
When Mary Lennox was sent to Misselthwaite Manor to live with her uncle everybody said she was the most disagreeable-looking child ever seen.
Disagreeable-looking adalah kata sifat gabungan, “berwajah tidak menyenangkan”. Dan ever seen adalah anak kalimat yang dipersingkat dari that had ever been seen. Struktur seperti inilah yang membedakan bahasa Inggris buku pelajaran dari bahasa Inggris sastra.
Rencana harian: membaca dan mendengar sekaligus
Tiga puluh sampai empat puluh menit sehari sudah cukup, asalkan rutin.
- Dengarkan dulu (10 menit). Putar narasi bab itu dan ikuti teksnya dengan mata. Tangkap irama dan pengucapan aslinya sebelum berhenti di mana pun.
- Baca dengan kecepatan Anda (15–20 menit). Kembali ke awal bab dan bacalah. Ketuk sebuah kata hanya kalau kata itu menghalangi Anda memahami kalimat. Kalau maknanya sudah tertangkap, lanjutkan.
- Ulangi dengan telinga (5–10 menit). Di KRL, di ojek, atau sambil berjalan, dengarkan lagi bab yang baru dibaca, kali ini tanpa teks. Anda akan heran betapa banyak yang Anda pahami.
- Catat tiga ungkapan. Bukan dua puluh, cukup tiga: satu phrasal verb, satu kolokasi, satu kalimat yang Anda sukai.
Membaca sambil mendengar bukan trik. Stuart Webb dan Anna Chang (2015, “Second language vocabulary learning through extensive reading with audio support”) meneliti pelajar bahasa Inggris yang membaca buku berjenjang ditemani rekaman audionya. Mereka mendapati para pelajar itu menguasai kosakata baru sambil membaca, terutama kata-kata yang lebih sering muncul.
Kapan naik level? Ketika Anda menamatkan bab hampir tanpa mengetuk kata, dan membaca terasa nyaman. Tandanya adalah rasa nyaman, bukan rasa bosan.
Klasik mana yang sebaiknya dibaca lebih dulu
Pilih cerita yang kuat, yang menarik Anda ke halaman berikutnya.
- Taman Rahasia (The Secret Garden): gadis kesepian dan kunci sebuah taman yang terkunci sepuluh tahun. Prosa yang tenang, pas untuk B1.
- Pulau Harta Karun: bajak laut, peta, dan juru masak berkaki satu. Penceritaan yang lugas.
- Petualangan Sherlock Holmes: dua belas kasus pendek, masing-masing selesai dalam satu malam.
- Keliling Dunia dalam 80 Hari: taruhan, perjalanan, dan perlombaan melawan waktu.
- Kisah 1001 Malam: Aladin, Sinbad, Ali Baba. Anda sudah kenal ceritanya, jadi seluruh perhatian bisa tertuju pada bahasanya.
- Pride and Prejudice: untuk B2 atau C1, ketika Anda siap menikmati ironi dan dialog yang tajam.
Katalog lengkapnya, sekitar seratus novel klasik, ada di /books.
Bagaimana Lexo membantu
Lexo adalah aplikasi iPhone dan iPad untuk membaca novel-novel besar dalam bahasa yang sedang Anda pelajari, ditulis ulang sesuai level Anda, dari A2 sampai C2. Setiap buku tersedia dalam lima level: di C1 teksnya sangat dekat dengan aslinya, di C2 berupa novel lengkap. Anda memilih level untuk tiap buku.
- Penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ketuk kata apa saja untuk melihat artinya dalam kalimat itu, bukan daftar panjang arti kamus. Ditambah bentuk dasar, jenis kata, arti phrasal verb atau ungkapan yang memuatnya, dan terjemahan seluruh kalimat.
- Dibacakan dari awal sampai akhir. Seluruh buku dinarasikan, dengan suara berbeda untuk tiap tokoh, dan teks disorot kata demi kata saat Anda mendengarkan. Setiap kata juga bisa didengarkan sendiri.
- Kalimat demi kalimat. Mode yang menampilkan satu kalimat setiap kali, lengkap dengan audio dan terjemahan, untuk bagian yang sulit.
- Daftar kata. Simpan kata-kata yang ingin Anda ingat.
- Edisi pertama. Banyak edisi belum ada. Kalau Anda pembaca pertama yang meminta sebuah buku pada level tertentu, Lexo menuliskannya untuk Anda: bab pertama siap dalam beberapa menit, sisanya menyusul selagi Anda membaca, dan Anda menyimpan tanda “Edisi pertama” bertanggal.
- Luring dan tanpa akun. Buku diunduh ke perangkat, dan pembelian dilakukan lewat Apple ID Anda.
Lexo sedang dalam tahap beta dan akan segera hadir di App Store. Kalau ingin tahu kapan, daftar untuk mendapat kabar peluncuran. Untuk mengenal aplikasinya lebih jauh, mulailah dari beranda berbahasa Indonesia.
Pertanyaan
Perlu level berapa untuk membaca buku berbahasa Inggris?
Lebih rendah daripada yang Anda kira. Di level A2, Anda sudah bisa membaca adaptasi yang ditulis untuk level itu. Patokannya sederhana: Anda harus memahami hampir semua kata tanpa bantuan. Kalau harus berhenti di setiap baris, turunlah satu level.
Mana yang lebih baik untuk belajar bahasa Inggris, membaca atau mendengar?
Keduanya, sebaiknya sekaligus. Membaca memberi waktu untuk memahami kalimat, mendengar mengajarkan bagaimana kalimat itu benar-benar diucapkan. Dalam bahasa Inggris, yang tulisan dan bunyinya sering tidak cocok, hal ini sangat penting. Di Lexo, setiap buku dibacakan, dan teksnya disorot kata demi kata saat Anda mendengarkan.
Apakah penjelasan di Lexo berbahasa Indonesia?
Ya. Saat Anda mengetuk sebuah kata, Anda melihat artinya dalam kalimat itu, bentuk dasarnya, jenis katanya, arti frasa atau ungkapan yang memuatnya, dan terjemahan seluruh kalimat ke bahasa Indonesia. Tampilan aplikasinya juga berbahasa Indonesia.
Siapa yang menulis adaptasinya?
Adaptasi, penjelasan, terjemahan, dan narasi dibuat dengan model kecerdasan buatan yang berpedoman pada deskripsi level Kerangka Acuan Umum Eropa (CEFR), lalu diperiksa secara otomatis. Ceritanya adalah cerita dari novel klasik aslinya, yang sudah menjadi domain publik.
Berapa harga Lexo?
Harga yang direncanakan saat peluncuran adalah US$4,99 per buku (satu novel, dalam satu bahasa, pada satu level) dan US$1,99 untuk level lain dari buku yang sudah Anda miliki. Lexo Plus seharga US$4,99 per bulan dan memberi dua kredit setiap bulan; kredit yang tidak terpakai bisa terkumpul sampai delapan. Harga di App Store Indonesia bisa berbeda.
Lexo bisa dipakai di perangkat apa?
Di iPhone dan iPad dengan iOS 18 atau yang lebih baru. Lexo sedang dalam tahap beta dan akan segera hadir di App Store. Anda bisa mendaftar untuk mendapat kabar saat peluncuran.